Sel. Jun 22nd, 2021

Lauser News

Bijak Dalam Mengabarkan

Gali Kubur, Warga Pidie Jaya Temukan Kepingan Uang Koin Berusia Ratusan Tahun

2 min read

LAUSERNEWS.COM, MEUREUDU — EMPAT orang penggali kubur di Gampong Deah Pangwa Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, Minggu (30/8/2020) pekan lalu menemukan benda kuno berupa sejumlah uang logam. Kini “Peng Griek” keluaran sekitar 140 tahun silam lebih dari 200 keping total keseluruhan seberat kurang lebih dua kilogram telah diamankan di rumah Tgk Munawir, Imum masjid setempat.

Temuan uang logam kuno di tanah kebun ahli waris Tgk Raden saat menggali kubur untuk pemakaman almarhum Ainol Marziah, pada hari itu juga dengan cepat menyebar dalam masyarakat. Beragam dugaan timbul tentang keberadaan uang dimaksud. Kebanyakan warga menduga bahwa uang tersebut memang sengaja disembunyikan dalam tanah ketika terjadinya perang Aceh melawan Belanda zaman dahulu. Rencannaya, uang tersebut nanti akan dikembalikan kepada keluarga pemilik tanah.

Tgk Munawir SPd, imam masjid setempat dalam keterangannya kepada wartawan media dan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan (Disdik) Pijay, Marzuwan MPd, Rabu (2/9/2020) mengisahkan, hal ikhwal temuan uang logam yang kini sudah sulit dikenali terutama tulisan yang tertera pada uang dimaksud. Uang tersebut ditemukan pada kedalaman sekitar satu meter dari permukaan tanah. Ke empat penggali kubur adalah, Bukhari, Rusli, Imran serta Abdullah.

Awalnya, penggali kubur mengira yang tersentuh pada sekrup adalah batu biasa. Tapi alangkah terkejutnya ketika beberapa kali tanah hendak disedot keatas juga terdengar bunyi yang sama. Malah tak lazim bunyi krieng seperti itu didapati pada penggalian sejumlah kubur lain yang sudah pernah dilakukan sebelumnya.

Karena yang terkena skrup adalah benda aneh, saat bungkusan berwarna hitam berupa kertas plastik berhasil diangkat ke permukaan tanah. Setelah dibuka ternyata berisi uang griek.

Lempengan berukuran sebesar uang koin Rp 500 yang jumlahnya ratusan beragam tulisan dan tahun. Antara lain bertulikan, Queen Victoria  tahun 1883, British lorth Borneo tahun 1880, One Cent tahun 1873, Peso 2 T Erado tahun 1891 serta lainnya. Karena koin tersebut sudah berkarat  sehingga tidak bisa terbaca dengan jelas. Untuk mengetahui lebih jelas, pada kesempatan tersebut Kabid Kebudayaan ikut membawa beberapa keping untuk dibersihkan dan juga akan disimpan sebagai barang purbakala.

Wartawan  : Abdullah Gani (Pidie Jaya)

More Stories

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.