Sen. Jun 21st, 2021

Lauser News

Bijak Dalam Mengabarkan

YARA himbau BI dan OJK jangan salah tafsir Qanun LKS

3 min read

LauserNews, Banda Aceh, 26/8, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh, Safaruddin, menghimbau Bank Indonesia Perwakilan Aceh dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh agar tidak salah menterjemahkan Qanun No 11 tahun 2018 tentang Lambaga Keuangan Syariah yang meminta agar Bank konvensional segera menuntaskan proses peralihan ke syariah sebelum 2021 yang kemudian di tindak lanjuti oleh seluruh Bank Konvensional di Aceh dengan mengalihkan rekening nasabahnya ke Bank Syariah masing- masing, walaupun pilihan yang di tawarkan oleh Bank konvensional kepada nasabah bersifat opsional (boleh memilih beralih atau bertahan) namun YARA menilai kebijakan tersebut akibat salah tafsir bahasa Qanun.

“kami melihat ada kekeliruan dalam menafsirkan bahasa Qanun LKS yang seakan di Aceh Bank konvensional batas oprasionalnya sampai akhir 2020” kata Safar.

Qanun 11/2018 itu merupakan penjabaran dari pasal 21 Qanun nomor 8 tahun 2014 tentang Pokok-Pokok Syariat Islam. Adapun bunyi pasal 21 adalah (1) Lembaga Keuangan yang akan beroperasi di Aceh harus berdasarkan prinsip syariah. (2) Lembaga Keuangan konvensional yang sudah beroperasi di Aceh harus membuka Unit Usaha Syariah (UUS). (3) Transaksi keuangan Pemerintahan Aceh dan Pemerintahan Kabupaten/Kota wajib menggunakan prinsip syariah dan/atau melalui proses Lembaga Keuangan Syariah. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai Lembaga Keuangan Syariah diatur dalam Qanun Aceh.

“Dalam pasal tersebut sangat jelas di sebutkan bahwa Lembaga Keuangan yang akan beroprasi di Aceh harus berdasarkan prinsip syariah dan bagi Lembaga Keuangan Konvensional yang sudah beroprasi di Aceh harus membuka Unit Usaha Syariah, pasal ini sangat jelas bunyinya, pasal ini dapat di lihat pada konsideran batang tubuh Qanun 11/2018, kalau kemudian di terjemahkan lain maka akan Qanun LKS ini bertentangan dengan norma dasarnya dalam pasal 21 Qanun 8/2014” terang Safar.

Dalam kajian yang di lakukan oleh YARA terhadap Qanun LKS, ada dua pasal yang memunculkan salah tafsir oleh BI dan OJK, yang pertama adalah bunyi dari pasal 2 ayat (1) Lembaga Keuangan yang beroprasi di Aceh berdasarkan prinsip syariah (2) Akad keuangan Lembaga Keuangan Syariah di Aceh menggunakan prinsip syariah dan pasal 65 yang bunyinya “Pada saat Qanun ini mulai berlaku, Lembaga Keuangan Syariah yang beroprasi di Aceh wajib menyesuiakan dengan Qanun ini paling lama 3 (tiga) tahun sejak Qanun ini di undangkan.” Sehingga kemudian diterjemahkan bahwa di Aceh tidak boleh lagi ada oprasional Bank Konvensional.

“dalam catatan kajian kami, ada dua pasal yang kemungkinan salah di tafsirkan, pertama pasal 2 ayat (1) dan (2) dan kedua padal 65, yang jika di baca sekelas bermakna bahwa di Aceh semua Lembaga Keuangan harus syariah dan tidak boleh ada lagi yang konvensional, pada pasal ini tidak ada penjelasan di Qanunnya, namun ini bisa di lihat pada Naskah Akademik yang menjadi landasan awal penyusunan qanun, dan kami sedang menunggu di serahkan Naskah Akademik (NA) Qanun tersebut dari DPRA dan Pemerintah Aceh, NA ini wajib karena merupakan syarat formil dalam penyusunan peraturan perundangan sebagaimana di tegaskan dalam pasal 57 UU 15/2019”, lanjut Safar.

“jika pemahaman terhadap Qanun LKS ini di pahami harus menutup oprasional LKS Non syariah ini keliru, dan jika di paksakaan di terapkan tentun ini bertentangan dengan aturan lainnya baik secara horizontal dengan Qanun 8/2014 maupun aturan lain yang lebih tinggi, menurut kami secara teknis implementasi Qanun LKS ini menguntungkan Aceh, setiap LKS Non Syariah wajib membentuk Unit Usaha Syariahnya, ini berarti akan ada penambahan LKS di Aceh dengan adanya Unit Usaha Syariah dari induknya yang Non Syariah, dan tentu dengan penambahan Unit Usaha Syariah ini akan menyerap lagi tenaga kerja, memberikan banyak pilihan penggunaan fasilitas bank bagi masyarakat dan dampak positif lainnya secara ekonomi” tutur Safar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.